Selamat datang di Panduan Umrah dan Haji yang terlengkap dan terpercaya di Indonesia. Semoga kehadiran Kami bisa membawa perubahan dan pencerahan bagi umat islam, amin. Salam dari Kami Redaksi Panduan Haji www.panduan-haji.com H. Herdian Asdien, SH, MM, Hj. Dra. Sulastriningsih, MM, Shoraya, Habibie, Muhammad Jibril, Shoraya Film Productions, PT Dian Media Karya Jakarta (PT DMK Jakarta)
Main Menu
Panduan Haji Terlengkap
Seputar Haji
Tentang Kami
Hubungi Kami
Buku Tamu
Daftar Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday14
mod_vvisit_counterYesterday28
mod_vvisit_counterThis week156
mod_vvisit_counterThis month354
mod_vvisit_counterAll9704
Customer Service

Yakin dengan Pertolongan Allah PDF Print E-mail
Saya berusaha untuk menanamkan pada diri sendiri, adalah sebuah kerugian bila tidak memberi kepada orang lain yang sedang membutuhkan bantuan. Segala sesuatu adalah milik Allah dan kepadaNyalah akan kembali. Segala urusan juga berada di atas kuasaNya. Dia akan memberi kemudahan kepada siapa yang dikehendaki. Dan akan memberi kesulitan kepada siapa yang dikehendaki. Namun, manakala kita yakin pertolongan Allah itu dekat, maka seberat dan sepelik apapun masalah yang kita hadapi, Allah pasti akan memberikan kemudahan". Keyakinan seperti inilah yang selalu dipegang teguh oleh Herdian Asdien SH MM, pemegang lisensi VCD Pengenalan Lokasi Haji dan Umroh (PLHU).

Berbagai masalah dan kesulitan dialaminya. Namun ketika yakin Allah akan memberikan jalan keluar, maka problematika tersebut akan terselesaikan. Caranya? Dia selalu berusaha datang ke Rumah Allah (baitullah) ketika masalah dan kesulitan datang menghampirinya.

"Kunci kemudahan atas semua masalah adalah kedekatan pada Allah. Karena itu, apabila saya ada masalah, baik urusan keluarga maupun kantor, pertama-tama yang saya ingat, saya harus ke Baitullah. Itulah keyakinan yang selalu saya pegang," ceritanya.

Di rumah Allah, tutur pria kelahiran Padang 42 tahun silam ini, dirinya berdoa agar diberi kemudahan dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Herdian mengaku sangat yakin doa yang dipanjatkan secara tulus dan ikhlas di Multazam, pasti akan dikabulkan Allah. Dan memang, Allah sudah berjanji untuk mengabulkan setiap permintaan hambanya yang disenandungkan di Multazam, Baitullah. Dan Alhamdulillah, sekembalinya dari Tanah Suci, ia menemukan jalan keluar dari segala masalahnya.

"Saya yakin Allah pasti mengabulkan doa saya di Multazam. Saya teringat kata ustad saya, jika kita menginginkan suatu kebaikan, maka harus yakin pada Allah", tegas mahasiswa S3 Program Doktor Ekonomi Universitas Borobudur Jakarta ini.

"Jangan sampai ada sebesar sawi pun rasa ragu di hati. Karena kalau itu ada, maka keraguan itu akan benar-benar diwujudkan oleh Allah," kata mantan President Committee MTQ/Hifzil Quran 15 Juz dan Kaligrafi Tingkat Asia, Afrika, dan dunia yang diselenggarakan di KBRI Mesir, dari tahun 2000 hingga 2002.

Mengaku dari keluarga dengan background pemahaman agama yang biasa-biasa saja, Herdian mengungkapkan rasa kerinduannya yang tak pernah putus untuk selalu datang di rumah Allah. Berbagai ikhtiar pun dilakukannya.

Sejak 1996 hingga kini, sudah 16 kali dia menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk bertamu kepada Allah. Menurut suami dari Sulastriningsih SE MM ini, banyak kemudahan yang didapatkannya manakala dirinya rindu bertandang ke Rumah Allah. Semua itu tidak lepas dari rasa yakin dan percayanya akan pertolongan dari Tuhan semesta alam.

Selain itu, ada amal yang selalu dilakukannya yaitu bersedekah. Dalam setiap kesempatan dan waktu, Herdian berusaha untuk tidak meninggalkan bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Dia sangat yakin, manakala kita menolong saudara yang sedang membutuhkan, maka Allah akan membuka lebar-lebar pintu pertolonganNya untuk kita.

"Saya berusaha untuk menanamkan pada diri sendiri, adalah sebuah kerugian bila tidak memberi kepada orang lain yang sedang membutuhkan bantuan," ujar Herdian yang pernah menetap di sembilan negara karena mengemban tugas dari sebuah BUMN tempatnya bekerja.

Kesediaan untuk menolong sesamanya inilah yang sempat menggoreskan pengalaman tak terlupakan pada 1996 silam. Saat itu, untuk pertama kalinya dirinya dan isteri berniat untuk berhaji. Untuk keperluan itu, bapak tiga anak ini rela menjual satu-satunya mobil yang dimiliki. Herdian tidak gamang melakukannya itu. Sebab, dirinya yakin harta yang dibelanjakan untuk datang ke Rumah Allah, pasti akan diganti oleh Sang Pencipta yang Mahakaya.

Ketika uang hasil penjualan mobil hendak disetorkan untuk pembayaran ongkos naik haji (ONH), ternyata ada seorang pengusaha yang jatuh bangkrut dan sangat membutuhkan pinjaman uang. Lewat perantara sang adik, pengusaha tersebut berniat meminjam uang yang hendak disetorkannya untuk membayar ONH dirinya dan isterinya.

"Saya datang ke rumahnya, ternyata dia memang sangat membutuhkan uang. Sebab dia mau diusir dari rumahnya jika tidak segera membayar utang-utangnya itu. Saya berdiskusi dengan isteri dan akhirnya memutuskan untuk meminjamkan uang yang hendak saya setorkan untuk ONH kepada pengusaha tersebut. Dia berjanji akan segera mengembalikan uang itu secepatnya setelah mendapat pinjaman lain," tutur Herdian sembari mengusap air matanya.

Namun hingga pendaftaran haji ditutup, si pengusaha tidak kunjung mengembalikan uangnya. Herdian pun pasrah dan tawakal kepada Allah. Dia sampaikan kepada isteri, mungkin belum ditakdirkan untuk pergi berhaji tahun itu. Akan tetapi, pertolongan Allah ternyata dekat.

Dia mendengar kabar ada rombongan penjabat khusus yang hendak berangkat haji namun masih ada kursi yang kosong. Dia lalu menulis surat permohonan kepada penanggungjawab rombongan itu agar bisa ikut serta. Dan Allah pun mengabulkan permohonan itu. Akhirnya, dia bisa berangkat bersama isteri tahun itu juga dengan gratis karena dibiayai oleh rombongan pejabat khusus tersebut.

"Inilah hikmah yang saya petik. Coba kalau saya tidak meminjamkan uang saya kepada si pengusaha, mungkin saya tetap tidak bisa berangkat haji. Sebab ternyata isteri saya sudah hamil saat itu. Tapi Allah berkendak lain" ungkapnya mengenang.

"Di Multazam, saya berdoa agar diberi kesempatan untuk datang lagi ke rumahNya di tahun-tahun mendatang. Dan Alhamdulillah, doa tersebut dikabulkan Allah. Saya selalu mendapatkan kemudahan rezeki ketika ingin mengunjungi Baitullah," imbuh Herdian yang sempat mengenyam pendidikan tinggi di berbagai universitas di Indonesia.

Berbagai pengalaman dan pengetahuannya tentang Tanah Suci lalu dituangkannya ke dalam kepingan VCD. Tujuannya adalah untuk memberikan pedoman tentang tata cara haji sekaligus pengenalan tempat-tempat yang hendak diziarahi para tamu Allah. Sebab, bagi yang baru pertama kali datang ke Tanah Suci, pasti akan menemui berbagai kendala dan kesulitan.

VCD haji itu dikerjakannya dengan bantuan para mahasiswa program S2 dan S3 Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Kini, VCD tersebut satu-satunya yang direkomendasikan oleh Departemen Agama sebagai pedoman bagi para jamaah haji. Tahun 2006, keping VCD hasil karyanya digandakan sebanyak 60 ribu keping. Tahun 2007 sudah digandakan 150 ribu keping.

"Saya sangat berbahagia bisa mempersembahkan VCD ini kepada para calon haji. Isinya tentang tata cara umroh dan haji, juga pengenalan medan yang harus diziarahi oleh jamaah haji. Selama ini belum ada VCD semacam ini. Yang ada VCD dari Malaysia dan Saudi yang di dubbing ke bahasa Indonesia," tutur Herdian.